Senin, 29 September 2008

he's so thin... :(

Aduuuh...kaget banget liat lelaki-ku menjadi kuruuus banget kayak jaman dia SMA... Setelah 2 bulan ga ketemu, ternyata bekerja di Lampung membuatnya menipis bukan main. Celananya kedodoran semua... Kasian banget deh ngliatnya... Ga ada lagi pipi chubby, ga ada lagi peyut agak nduth.... dan sebelnya ni, aku nampak raksasa di sampingnya....huh! Hahaha....

Sabtu, 27 September 2008

he's not a little boy anymore

Ternyata, ponakanku itu sudah bukan anak kecil lagi... dan peristiwa kemarin membuat dia malu...dan aku juga sedikit malu...
Ceritanya, aku lagi di kamar, membelakangi pintu karena sedang mencari baju di lemari. Berjinjit berusaha meraih baju yang ada di lemari atas. Karena lagi habis mandi, berpakaianlah aku seadanya. Underwear aja gitu maksdunya.... Dan... tarrraaanggg! Masuklah Aga. "Tante Ya, aku minta obat jerawat. Eh!" Dia langsung menutup pintu. Hehehehehe....

Rabu, 24 September 2008

Bermain (-main) Peran

Lagi nemenin adik2 putra altar di Gereja latihan teater nih... Judulnya Yusuf Si Penafsir Mimpi. Jadi inget jaman2 SMA dulu waktu aktif main teater...Hahaha... nggak nyangka ya? Beneran, saya dulu aktif main teater bersama teman2 di SMA 8 di bawah bendera Teater 10 (FYI, SMA 8 dulunya adalah SMPP 10, so namanya jadi teater 10, bukan teater 8). Dan ternyata, saya menikmati berlatih bersama adik2 ini setelah sekian lama tidak pernah merambah dunia ini.... Bahkan, rasanya jadi pengen main lagi...

Bermain peran alias role play ternyata memang menyenangkan. Untuk membentuk suatu komunitas, bahkan teater menjadi sangat manjur karena akan lebih mudah menimbulkan rasa kehilangan ketika salah satu tidak datang. Rasa kehilangan yang kadang tentu saja diikuti rasa kesal dan bete...hehehe...

Tetapi secara umum, bermain peran membawa dampak positif bagi anak. Bermain peran adalah salah satu bentuk permaian yang dapat dilakukan anak bersama peers maupun bersama orang dewasa. Bermain peran dipercaya oleh banyak ahli akan meningkatkan kemampuan anak memahami perasaan orang lain dan mengarahkan diri sendiri.

Tanpa kita sadari, sebenarnya bermain peran ini menjadi permainan yang memang mengasyikkan yang sudah kita lakukan sejak kecil. Bermain pasar-pasaran? Atau ibu-ibuan? Dokter-dokteran? Itulah bermain peran... Jadi, kalau kita jeli, dengan mudah kita akan membantu anak untuk mengembangkan dirinya dengan cara bermain peran ini. Membantu anak untuk mengungkapkan kemarahan dengan cara yang tidak destruktif? Ajaklah ia bermain, "pura-pura jadi raksasa yuk..". Membantu anak untuk mengembangkan toleransi pada perbedaan? Ajaklah ia bermain, "kita main pura-pura hidup di sebuah desa yang orang-orangnya memiliki warna yang berbeda-beda yuk..." Tidak sulit bukan?

Ayo, luangkan waktu lebih banyak bermain bersama anak... Bermain peran menjadi salah satu permainan menarik dan bermanfaat...

Rabu, 28 Mei 2008

kado buat kakak baru...

Kelahiran selalu jadi peristiwa besar dan menggembirakan dalam keluarga... Oma, opa, kakek, nenek, tante, om, pakdhe, budhe, kakak, adik, semuanya senang menyambut kehadiran satu anggota baru dalam keluarga besar.
Hadiah-hadiah berdatangan. Buat siapa? Kebanyakan tentu saja buat si baby. Ada gendongan, bantal, handuk, baju-baju lucu, boneka, toileters, lengkap semuanya. Bahkan sampe kedobel-dobel. Bisa deh, hari Senin pake gendongan warna kuning, hari Selasa pake yang gambar teddy bear, dan seterusnya..
Tahun lalu, saya dan teman-teman mengunjungi salah satu teman kuliah yang baru melahirkan. Kami bawa sebungkus hadiah buat si adek. Semua orang memberi perhatian pada bayi yang masih merah itu. Semua memuji, semua mengangumi karya Tuhan yang indah itu...
Dua kakak si bayi itu tidak menjadi pusat perhatian. Setelah menyapa "Halo, sayang" pada mereka berdua, semua orang masuk ke kamar si baby. Alhasil, dua kakak itu kelihatan sedih. Yang satu diam saja duduk di pojokan, yang satu mengikuti kemana ibunya melangkah sambil memegangi ujung baju si ibu.
Jelousy. Salah satu emosi yang sangat umum terjadi pada kakak baru sekaligus sangat wajar. Merasa kehilangan kasih sayang dari bapak ibunya yang dulu hanya untuknya. Merasa bahwa kakek nenek dan om tante semua lebih sayang pada si adek daripada dirinya.
Wah, tentu perasaan yang nggak nyaman banget ya... merasa diri tidak dibutuhkan pun tidak dilibatkan...
Jadi, kayaknya perlu dipertimbangkan nih mulai sekarang, bawa deh hadiah kecil buat si kakak. Ucapkan selamat padanya sudah menjadi kakak. Katakan padanya bahwa ia pasti akan menjadi kakak yang hebat buat si adek...